Review my orbit yang saya tulis kali ini adalah lanjutan dari review-review sebelumnya sejak saya awal membeli.
Tanpa terasa sudah 5 tahun saya menjadi pengguna modem telkomsel my orbit.
Beberapa tulisan review saya sebelumnya untuk Telkomsel my orbit bisa dibaca dibawah ini :

Enaknya menggunakan Modem My Orbit
Selama menggunakan modem my orbit, beberapa nikmat yang memang tidak bisa saya dustakan adalah sebagai berikut :
- Kecepatannya bagus.Karena mungkin menggunakan jaringan telkomsel yang tersebar dimana-mana.
- Modem mudah dipindah dan dibawa kemana-mana.Misal sedang keluar kota modemnya dibawa di mobil ditancapkan ke cocol usb 5V bisa.
- Pilihan paket datanya banyak.
Tidak enaknya menggunakan modem my orbit
Titik problemnya tetap sama seperti review yang saya tulis 3 tahun silam, yaitu di aplikasinya.
Aplikasi Suka Logout Sendiri
Aplikasi My Orbit di Playstore masih sering suka logout sendiri.Namun loginnya kembali cukup sulit.
Beberapa kali harus memasukkan email atau nomor telpon yang sudah benar sampai dikenali.Selalu harus diawali dengan drama pesan error nomor atau alamat email tidak dikenali.
Lalu ketik lagi, dan lagi, dan lagi sampai akhirnya bisa login kembali.
Lalu belum sebulan, tiba-tiba otomatis logout sendiri.Dan harus mengulang drama kesulitan login lagi.
Tetap masih ini permasalahan dari modem my orbit.
Logout otomatis mungkin bagus maksudnya.Untuk memfilter keamanan data pengguna atau aplikasinya sendiri.
Namun kenapa mesti ada drama ketika login login lagi.
Beberapa Menu Aplikasi sering Tidak bisa di-Klik
Masalah lain lagi yang masih menyangkut aplikasi my orbit adalah beberapa menu sering macet alias tidak bisa di klik.
Yang paling menjengkelkan adalah ketika hendak melakukan blokir terhadap pengguna yang tidak dikenal.
Tampilan di aplikasi ada, tetapi tidak bisa di klik untuk blokir pengguna.Padahal sedang diperlukan ketika melihat ada pengguna yang masuk tanpa ijin.
Harga paket cenderung lebih mahal
Yang kedua harga paket internetnya sekalipun ada banyak pilihan namun sedikit lebih mahal.
Dari pengalaman rata-rata harga per GB nya di kisaran Rp.1.300,- s/d Rp.1.700,-.
Yang saya rasakan dengan penggunaan untuk 3 orang dalam 1 rumah, dengan pemakaian standard.Pembelian paket 300 GB seharga Rp.410.000,- habis dalam waktu 3 s/d 4 minggu.
Saat tulisan ini dibuat, berikut daftar harga paket my orbit :
- 15 GB, masa aktif 14 hari – Rp.32.000,-
- 25 GB, masa aktif 14 hari – Rp.40.000,-
- 30 GB, masa aktif 30 hari – Rp.53.000,-
- 45 GB, masa aktif 30 hari- Rp.66.000,-
- 65 GB, masa aktif 30 hari – Rp.80.000,-
- 20 GB, masa aktif 90 hari – Rp.76.000,-
- 125 GB, masa aktif 30 hari – Rp.176.000,-
- 300 GB, masa aktif 30 hari – Rp.410.000,-
Tidak saya tulis semuanya, karena sama seperti aplikais Telkomsel, algoritma my orbit membaca aktivitas kita dan menawarkan paket yang berbeda-beda kepada setiap pengguna modem.
Baca juga :
Belajar Bahasa Mandarin Online di Malang
Penganganan Komplain dari CS Modem My Orbit
Dari beberapa cara komplain yang pernah saya coba, masih melalui DM Instagram cara yang paling baik dan paling cepat mendapat respon.
Komplain melalui Whatsapp adalah yang tebruruk.Hampir 24 kemudian baru mendapat tanggapan.
Namun cara penanganan CS masih perlu banyak sekali perbaikan.Kelihatannya baik melalui IG maupun Whatsapp, mereka hanya dibekali sebuah panduan jawaban.
Jadi solusi atas permasahan kurang terasa manusiawi.Jawaban paling sering kita disuruh hapus cache dari HP kita.Padahal sering setelah hapus cache permasalahannya juga masih belum bisa selesai.
Kalau hapus cache gagal, kita akan diminta untuk hapus aplikasi my orbit, lalu instal ulang.
Dari pengalaman 5 tahun dan sudah pernah menghadapi beebrapa masalah, 2 jawaban tersebut yang bisa diinformasikan oleh CS My Orbit tanpa ada solusi lebih lanjut :
- Hapus Cache di HP kita.
- Instal ulang aplikasi.
Jika keduanya sudah kita lakukan, dan masih belum bisa juga, para CS ini sudah kalang kabut mengatasi masalah.
Akhirnya kita akan didiamkan beberapa waktu, lalu nanti yang membalas pesan kita adalah CS yang lain dan meminta kita untuk menceritakan masalah yang dihadapi.
Mulai dari awal lagi dan membuat jengkel, lalu kita akan berhenti komplain.Kelihatan sekali trik seperti ini dalam penanganan komplain.
Lucunya, beberapa jam kemudian, komplain yang dipermasalahkan sudah teratasi otomatis.
Jadi kesimpulan saya ada masalah di sisi server atau aplikasi mereka, tapi kita yang disuruh hapus cache dan instal ulang.
Mereka hanya tidak mau mengakui kelemahan aplikasinya atau servernya. Biasa lah, BUMN … hahaha ….
Kesimpulan
Ini sekelumit kisah sharing pengalaman saya terbang bersama my orbit.Saya tetap pakai sampai sekarang karena memang stabil dan cukup cepat.
Permasalahannya sama seperti aplikasi-aplikasi milik BUMN pada umumnya …. problem server dan aplikasi.Mau dikomplain model apapun juga gak bakal selesai.
Sekarang kalau ada masalah di aplikasi, lebih baik saya cabut dulu dan tidak gunakan dulu modemnya.
Setelah 5 tahun penggunaan, menurut pengalaman saya pribadi tidak ada hal istimewa yang dilakukan oleh perusahaan sekelas Telkomsel untuk pengembangan my orbit.
Bahkan lebih terkesan hanya cari keuntungan semata dan seringkali membiarkan masalah terjadi.
Setelah 5 tahun menjadi pengguna aktif, sekarang saya hanya menggunakannya sebagai modem cadangan ketika internet utama saya sedang ada masalah.
Sekalipun jaringan secara umum cukup cepat, stabil, dan bagus.Namun sejak awal penggunaan kendala utama ada di aplikasi my orbit yang tetap sama dari waktu ke waktu.Bahkan yang katanya ada pengembangan justru setelahnya semakin banyak menu yang tidak bisa di klik.
Review Penutup
- Jaringan : Bagus
- Kecepatan : Stabil
- Harga Modem : di kisaran 500 ribu s/d 1 jutaan.
- Harga paket internet : lebih mahal dibanding yang sekelas.
- Aplikasi My Orbit : Buruk










