Posted On November 24, 2025

Berbagi Pengalaman Pribadi – Layanan Perawatan Kesehatan di Singapura

bayu77 0 comments
SAPU TERBANG >> Serba Serbi >> Berbagi Pengalaman Pribadi – Layanan Perawatan Kesehatan di Singapura
perawatan kesehatan di singapura

Akhir-akhir ini banyaknya masalah pelayanan kesehatan di negeri kita membuat saya tergerak hati untuk menulis sebuah kenangan ketika anak saya berobat di Singapura.

Apalagi di penghujung tahun 2025 ini terdengar kisah kematian seorang ibu dan bayinya di dalam kandungan bernama Irene dari Papua karena ditolak oleh 3 rumah sakit.

Cek Info tentang Irene Sokoy disini!

Saya tidak membahas apa yang terjadi dengan sistem kesehatan kita.Hanya mungkin dirasakan hampir oleh seluruh masyarakat Indonesia : rasa kecewa dan jengkel.Betapa kejamnya rumah sakit yang menolak kedatangan seorang ibu yang sedang berjuang untuk melahirkan.

Sungguh tragis dan ironis memperlakukan sesama manusia dengan cara seperti itu.

Sekali lagi ini adalah kesalahan sistem.Bukan individu yang berada dalam sistem yang mengharuskan mereka menolak karena pasien tidak punya biaya.

Saya kembali ingat kejadian tahun 2023 silam di Rumah Sakit Raffles Singapura.

Anak saya sekolah di Singapura di usia yang masih harus didampingi.Dan karena pengajuan Visa untuk tinggal lebih lama dari ibunya (istri saya) tidak disetujui oleh otoritas Singapura, maka istri saya harus bergantian dengan anak saya yang besar (kakaknya yang sekolah di Singapura) untuk bergantian mendampingi.

Sudah suatu kebiasaan ketika kakaknya yang mendampingi, kami hanya membawakan uang dan kartu kredit dengan limit yang terbatas.

Tetapi suatu hari, anak saya mengalami demam yang tak kunjung membaik sekalipun sudah minum obat demam.

Akhirnya karena kondisinya lemah dan demamnya cukup tinggi, kakaknya berinisiatif membawanya ke rumah sakit.

Dengan bantuan staff hotel dan taksi, malam itu anak saya dibawa ke rumah sakit Raffles di Bugis-Singapura.

Begitu tiba, pihak rumah sakit langsung membawa anak saya ke UGD dan langsung ditangani oleh dokter jaga disitu.

Kakaknya tidak membawa uang dan limit kartu kredit yang ada hanya 5 juta rupiah.Dia bingung dan terus menerus Chat WA dengan kami di Indonesia.

Takut kalau biayanya kurang.Apalagi melihat pihak rumah sakit yang langsung membawa anak saya ke ruang perawatan UGD tanpa membicarakan biaya sama sekali.

30 menit setelah kakaknya menunggu di kursi ruang tunggu, barulah dipanggil untuk mengurus administrasi.Anehnya, hanya mengisi data saja.Mereka tidak membicarakan biaya sama sekali.

Setelah mengisi data diminta untuk duduk kembali di ruang tunggu.

Sambil terus kuatir kalau-kalau uangnya kurang dan isi kartu kredit tidak cukup untuk menutup biaya.

Akhirnya setelah 2 jam, seorang perawat memanggil dan menjelaskan kondisi kesehatan anak saya.Lalu diberi obat yang ternyata juga sudah mereka siapkan.

Setelah itu barulah mereka mengeluarkan tagihan.Dan tadaaaa ….. jumlahnya melebihi uang dan limit kartu kredit yang dibawa anak saya.

Dengan jujur anak saya mengatakan bahwa uangnya tidak cukup sekaligus menginformasikan kepada pihak rumah sakit bahwa ayahnya (saya) akan datang besok pagi karena malam itu sudah tidak ada penerbangan ke Singapura.

Sambil menawarkan untuk meninggalkan paspor sebagai jaminan.

Namun apa yang disampaikan pihak rumah sakit kepada anak saya sungguh di luar dugaan,”Tidak usah jaminan paspor.Kamu janji saja kalau besok ayah kamu sudah datang untuk kesini lagi dan menyelesaikan pembayaran.”

Mereka hanya foto paspor anak saya dengan HP, lalu mengijinkan anak saya pulang.

Wow ….. luar biasa penanganan kesehatan yang benar-benar manusiawi.

Bagi yang sudah pernah menjalani perawatan kesehatan di luar negeri, khususnya kali ini saya cerita di Singapura …. memang suka atau tidak suka harus diakui bahwa standard kita masih jauh dibawahnya.

Kita masih sering mendengar orang sakit yang ditolak oleh rumah sakit karena masalah biaya.Bahkan sebelum mereka melakukan penanganan apapun untuk menolong.

Ini adalah kisah pengalaman pribadi yang saya alami secara langsung.Dan saya jadi tahu apa yang membedakan pelayanan kesehatan di negara maju seperti Singapura.

Related Post

Menguasai Seni Budidaya Udang Windu

Udang windu tidak hanya merupakan makanan yang lezat tetapi juga merupakan spesies yang menarik untuk…

Lemari Besi Cabinet – Custom

Pembuatan dan Pemesanan Lemari Besi Cabinet / Almari besi.Berbagai model, bentuk, ukuran, dan warna sesuai…

Keanggunan Abadi dari Meja Kayu Jati – Tambahan Sempurna untuk Rumah Anda

Keanggunan Abadi Meja Kayu Jati - Ada pesona yang tak terbantahkan dalam kehangatan dan kekayaan…