Menjual Sisir di Biara Shaolin

menjual sisir di biara shaolin

Wow, susah gak ya kira-kira ?
Jualan sisir ke komunitas orang-orang yang buka pengguna sisir.
Jawaban apa kira-kira yang bakal didapat oleh sales yang menjual sisir ke biara shaolin ini ya ?

Tergantung salesnya.Mau “Out of The Box” atau “Stay in The Box”.

Yuk !! Simak kisahnya dibawah ini !!

Suatu hari yang cerah seorang mentor penjualan memberikan tantangan kepada 3 orang muridnya untuk mempraktekkan ilmu yang sudah diajarkan.
Tantangannya adalah MENJUAL SISIR DI BIARA SHAOLIN.

Pusing gak ?? disuruh menjual sisir kepada orang-orang yang gak pernah pakai sisir.Anda tahu para biksu shaolin ? Yah betul … semuanya berkepala plontos alias gundul.

Suruh praktek kasih contoh duluan saja mentor penjualan itu ……
Hahahaha … tidak, tidak.Muridnya yang harus praktek ilmu yang sudah diajarkan.

Akhirnya ketiga murid iu tadi dengan langkah gagah dan tegap segera bergegas berangkat ke biara shaolin terdekat.Langkahnya boleh gagah dan tegap, tapi pikirannya saya yakin pasti kalut dan mumet.

Tanpa ba bi bu, sales pertama menawarkan kepada beberapa orang biksu yang ia jumpai.Akhirnya karena rasa iba salah seorang biksu, dibelilah 1 buah sisir.Yahh, 1 sisir sudah laku karena rasa iba sang biksu.

Sales kedua berkeliling lebih jauh dan sedikit berpikir out the box.Dilihatnya ada banyak turis di biara dan angin begitu kencang karena kebetulan biara ada di puncak bukit.Melihat banyak turis yang berkali-kali rambutnya tertiup angin dan kacau, ditawarkannya sisir kepada para turis.Dan tadaaa ….. akhirnya laku terjual 50 buah sisir.

Sedangkan sales ketiga duduk dibawah sebuah pohon sambil melihat semua situasi yang ada.Melihat kegiatan para turis dan para biksu.Kemudian sesaat sebuah ide yang benar-benar Out of The Box muncul.Dia berlari menuju kepada pimpinan biara.Seorang biksu senior.Dia tawarkan sisir sebagai souvenir untuk tamu2 biara dan para turis.Para turis pasti akan senang bila diberi souvenir sebuah sisir mengingat angin yang kencang yang sering menerpa mereka di perjalanan wisatanya di biara.
Sisir juga bisa dipesan dengan logo biara atau kata-kata kebijaksanaan sehingga sekaligus memberikan kenangan tak terlupakan.Sekaligus juga sebagai sarana penyebaran ajaran sang Budha.
Dan tadaaaaa …… sang kepala biara menerima idenya.Terjuallah 500 buah sisir yang dibeli oleh kepala biara sebagai souvenir bagi para turis.

Sssstt, bukan cuma itu.Sales ketiga juga mendapatkan jaminan pesanan berikutnya ketika 500 buah ini sudah habis.

Wow keren … asli keren.Inilah hasil dari Out of The Box.Pikiran yang tidak hanya dibatasi oleh fungsi sisir sebagai alat merapikan rambut.

Kisah serupa tapi tak sama juga pernah terjadi pada kisah sales yang menjual sandal di suku pedalaman Afrika.
Kisah lainnya dan yang ini adalah kisah yang nyata adalah kisah suksesnya lilin Yankee.

Yankee Candle Company juga Out of The Box ketika menjual lilin sebagai souvenir.Bahkan lilin dibuat dengan bentuk-bentuk yang unit dan dengan aroma terapi yang memberikan sensasi etika menghidupkan lilinya.
Ketika lilin sudah tergantikan oleh bola lampu pijar, Yankee Candle Company berani Out of The Box dengan menjadikan lilin sebagai souvenir dan aroma therapy.Bukan lagi mengandalkan fungsinya yang sudah mendarah daging sebagai alat penerangan.

Sekarang tugas anda adalah menjual ikan kepada para nelayan.Apa yang menjadi ide Out of The Box anda ?
Semoga bermanfaat !!!

Related posts