Panel Hosting Terbaik – Membandingkan CPanel dan Plesk

cpanel vs plesk

Cpanel VS Plesk – Mana Yang Terbaik ??

cpanel vs plesk

Seorang web programmer atau web designer pastilah pernah mendengar atau bahkan menjadi pengguna dari 2 panel hosting terkemuka ini.Yaitu Cpanel dan Plesk.

Dengan fiturnya yang minimalis, plesk memiliki penggemar tersendiri yang hanya perlu editing website melalui hosting panel sedikit saja.
Proses editing website lebih banyak dikerjakan melalui CMS (Content Management System) yang digunakan seperti wordpress, joomla, openchart, pentashop, dll.

Sedangkan bagi pengguna CPanel, tampilan dan menu plesk terlalu singkat dan kurang fitur.Mau ini tidak bisa, mau itu tidak ada fasilitasnya.

Artikel kita kali ini tentu bukan untuk memberikan vonis baik dan buruk pada keduanya.Penjelasan singkat diatas menunjukkan sekilas perbedaan mendasar dari cpanel dan plesk.
Masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri.Kembali pada penggunanya.Bahkan masing-masing memiliki komunitas pemakainya sendiri-sendiri yang sudah merasa nyaman dalam menggunakan.

Dengan perbedaan seperti itu, tentu baik cpanel maupun plesk memiliki komunitas pengguna dan penggemarnya sendiri-sendiri.

Kalau saya ditanya pakai yang mana ? Saya pakai keduanya.Ada website saya yang pakai cpanel, ada juga yang pakai plesk.
Website yang pakai cpanel adalah yang saya bangun menggunakan bahasa html dan php secara manual.
Sedangkan yang menggunakan plesk umumnya website yang saya bangun menggunakan CMS wordpress dan openchart.

Namun jika pertanyaan disambung lagi, pada akhirnya lebih suka yang mana ? Saya biasanya menjawab lebih suka CPanel.
Ada satu kelemahan fatal yang dimiliki plesk.Yaitu lambat dalam update hosting panelnya ketika kita melakukan perubahan.

Saya pernah mengalami sebuah kasus dimana salah satu website yang saya buat dengan plesk mendapat peringatan over data.
Setelah saya cek di panel plesk, ternyata ada banyak file sampah yang tersimpan di tmp.File sampah seperti ini adalah hal biasa terjadi pada semua website, karena ini record dari aktivitas website kita sehari-hari.Terutama aktivitas yang berkaitan dengan data error log.

Namun setelah file-file sampah ini saya hapus.Plesk masih memberi peringatan penggunaan data yang berlebihan dan website saya tidak bisa diakses.Informasinya saya harus menunggu maksimal 24 jam untuk proses update.

Ternyata setelah saya tunggu selama 24 jam, posisi penggunaan data masih tampil overload.Seperti tidak ada perubahan apapun.
Di Cpanel, hal yang sama tidak pernah saya alami.Setelah file-file sampah dibersihkan, tampilan Disk Usage atau jumlah penggunaan data otomatis akan menurun sesaat setelah saya melakukan penghapusan.
Ini salah satu perbedaan yang pernah saya alami.

Sehingga website dengan kapasitas besar, saya lebih suka menggunakan CPanel.Saat ini plesk hanya saya gunakan untuk website dengan halaman-halaman berukuran kecil yang memiliki jumlah data yang memang saya buat minimalis.

Semoga Bermanfaat !!

Related posts