REVIEW CANVA – Sharing Pengalaman setelah Satu Tahun Berlangganan Berbayar

sharing pengalaman pakai canva

SHARE PENGALAMAN BERLANGGANAN APLIKASI CANVA BERBAYAR SETELAH SATU TAHUN

sharing pengalaman pakai canva

Mencari aplikasi editing gambar di Playstore memang susah-susah gampang.Banyak aplikasi yang menggunakan memory tinggi dan menghabiskan kapasitas HP, tetapi fiturnya ternyata cuma sedikit dan sering error.

Itu juga saya alami di awal mencari.Berulang kali uninstall lagi aplikasi yang sudah dicoba.Ada yang karena sulit penggunaannya, ada yang karena iklannya terlalu over banyaknya, ada pula yang karena pelit fitur.

Banyak alasan mengapa saya uninstall.

Sampai akhirnya saya melihat beberapa kawan yang menggunakan Canva untuk membuat konten harian di media sosialnya.

Berhubung belum pernah mencoba, saya tidak langsung gunakan secara berbayar.Sempat mencoba selama sebulan menggunakan versi gratisnya.

Ternyata Canva menyediakan foto gratis dari Shutterstock yang seharusnya berbayar dan video-video yang saya kenal sebagai video berbayar di situs resminya, bisa saya gunakan dengan menggunakan versi berbayar dari Canva.
Koleksi foto dan videonya sangat banyak dan bagus-bagus, serta mendukung pembuatan konten media sosial yang lebih profesional.

Akhirnya saya memutuskan untuk mengambil versi berbayar dengan langganan tahunan sebesar Rp.499.000,- per tahun.

Kini sudah setahun berlangganan Canva dengan versi berbayar.Rasanya tidak rugi sama sekali dan tidak merasa kemahalan.

Selain foto dan video gratis yang sangat banyak, bahkan hampir di tiap kata kunci pencarian foto atau video yang saya masukkan selalu menemukan yang saya maksud, masih tersedia ribuan template siap pakai yang sudah di format dengan ukuran sesuai dukungan aplikasi media sosial populer seperti instagram, facebook, twitter, dll.

Bahkan tersedia template untuk gambar blog, pembuatan leaflet/brosur, pembuatan sertifikat, dll.

Rasanya segala kebutuhan desain terpenuhi hanya dengan Rp.499.000,- per tahun.

Lalu apa kelemahan Canva ?

Kelemahan Canva hanya template yang tersedia tidak begitu berkembang dari waktu ke waktu.

Misalnya untuk saya yang sering menggunakan Canva untuk pembuatan postingan Instagram dan Facebook.Selama sebulan paling hanya melihat ada 1 atau 2 template yang baru.

Tetapi tenang saja, jumlah templatenya sangat banyak sekali.Sekalipun perkembangan template baru saya rasa sangat lambat, tetapi mengakali template lama seperti merubah warna dan tata letak selalu bisa saya lakukan.
Apalagi jumlahnya yang sangat banyak sekali, pilihan tidak pernah habis.

Semoga di tahun berikutnya tidak ada kenaikan biaya berlangganan.
Beberapa aplikasi editing gambar lainnya yang saya gunakan secara berlangganan, beberapa menaikkan harga di biaya perpanjangannya.

Semoga ini tidak dilakukan Canva dimana hingga saat ini saya berlangganan dengan biaya tetap di Rp.499.000,- per tahunnya.

Related posts