January 30, 2023
menanam hidroponik

Sejak awal pandemi di tahun 2020 yang lalu, saya mencoba mengisi aktivitas di rumah dengan menanam sayur dengan sistem hidroponik.

Tapi baru hari ini berani menulis lengkap.Sebelumnya pernah menulis pembuatan pipa hidroponik tapi belum masuk ke penempatan dan teknik penanamannya.

Kali ini karena sudah panen puluhan kali dan terbukti berhasil, baru memberanikan diri untuk sharing pengalaman.

Sekali lagi, tulisan ini hanyalah sharing pengalaman.Sehingga jangan dicocok-cocokkan dengan teknik penanaman yang benar menurut teori si A, si B, dan seterusnya ya.Karena pengalaman itu hasil dari coba-coba tanpa ada pengetahuan pertanian sama sekali.Berawal dari nonton-nonton video di youtube saja dan membaca artikel orang lain, lalu mencoba dan mencoba dan mencoba lagi smapai berhasil mendapatkan hasil terbaik.

Bahkan pupuk yang sering saya pakai, yaitu pupuk hidroponik dari Paramudita … saya tidak menggunakan campuran sesuai anjuran.Yaitu 1200 ppm.
Saya tidak mengukur menggunakan alat ukur TDS meter,namun jarum suntik 100 ml.Nanti di bawah ini ada penjelasannya dan alasannya.

MENEMPATKAN SAYUR HIDROPONIK DIATAS RUMAH

Peralatan yang perlu dipersiapkan apa saja ?

  1. Pompa air dengan ketinggian dorongan hingga 2 atau 3 meter.
  2. Bak air.Saya menggunakan styrofoam.
  3. Selang
  4. Pipa Bulat dengan diameter 2 dim warna putih lengkap dengan sambungan-sambungannya sesuai belokan yang akan dibuat
  5. Gully Hidroponik lengkap dengan penutupnya
  6. Nett Pot
  7. Pencabang Aliran Air (yang ini dibuat sendiri dengan menggunakan pipa 1/2 atau 3/4 dim, penutup pipa, T pipa, sambungan pipa ke selang.
  8. T dan L buat mencabang pipa 3/4 dim.
  9. Pipa 3/4 dim untuk menghubungkan gully dan pipa bulat

Setelah semua lengkap dan dibuat, cara penempatannya dan penghubungannya bisa dilihat di video berikut ini :

Air Nutrisi ditempatkan dibawah.Pompa air dimasukkan ke dalamnya dan dihubungkan dengan selang menuju ke Pencabang aliran air.
Kemudian pencabang aliran air akan membawa dan membagi air ke 4 gully yang saya buat.

Setelah mengalir dan melewati gully, air dikeluarkan melalui pipa-pipa T dan L yang alirannya sengaja saya buat untuk menyatu ke arah 1 buah pipa 3/4 dim menuju ke pipa bulat 2 dim warna putih.

Kenapa harus warna putih ? Warna putih mempunyai sifat menolak panas.Sehingga akar tanaman dan bagian dalam pipa tidak panas sekalipun terkena terik sinar matahari.

Pipa saluran air setelah keluar dari gully

Jadi ceritanya disini saya menggabungkan 2 jenis pipa hidroponik untuk menghasilkan sayur dalam jumlah yang maksimal di lahan yang sempit.
Saya bisa menanam hingga 220 sayur secara bersamaan di lahan dengan ukuran 80 cm x 500 cm (80 senti dikali 5 meter).

Dengan kondisi ketika saya harus memanen ataupun melakukan perawatan sehari-hari tetap ada tempat yang lebar untuk bergerak.Apalagi saya gemuk dengan berat badan 95 kg.

Kunci kesuksesan penanaman terletak pada sinar matahari dan pupuk.Karena di lahan terbuka yang tidak saya kasih penutup apapun, jadi hampir tiaphari tanaman pasti terkena sinar matahari.Sesekali mendung sepanjang hari tidak masalah, sinarnya masih bisa dapat.

Dulu awal ketika baru menanam, karena kuatir sayur yang masih kecil-kecil rusak akibat hujan deras, saya kasih tutup atau bening dan plastik anti UV.
Tapi dalam prosesnya, saya memiliki cerita pengalaman sendiri dimana waktu itu sayur sering kecil-kecil.Kemungkinan dikarenakan tidak terkena sinar matahari langsung.

Akhirnya atap dan penutup tersebut saya lepas.Dan saya coba sampai sekarang hasil tanaman bisa maksimal dan bagus.Kekuatiran akan rusaknya daun akibat hujan deras ternyata tidak terbukti.
Tuhan sudah mendesain tanaman kuat untuk menghadapi gempuran air hujan.Terbukti dari tanaman liar di halaman terbuka juga mulai masin benih juga terkena hujan deras dll tetapi tetap tumbuh hingga dewasa.

RACIKAN PUPUK HIDROPONIK

Saya tahu, tidak semua yang saya tulis disini boleh dan bisa ditiru 100%.terutama dalam soal pupuk.

Saya dulu selalu memastikan 1200 ppm dengan TDS meter setiap kali habis menuang pupuk di bak air hidroponik.Namun tanaman kan minum air dan pasti ada sedikit penguapan karena terik matahari.Tiba-tiba ppm bisa naik sendiri alias berubah dengan berkurangnya air di bak hidroponik.

Setelah air berkurang, tiba-tiba ppm menjadi 2000 hingga 2500 ppm.Dan akibatnya membuat tanaman menjadi menguning.Bahasa jawanya gosong.
Ini dikarenakan kepekatan pupuk yang terlalu tinggi sehingga panas bagi tanaman.

Saya hanya punya waktu 1 kali sehari untuk mngurus tanaman karena harus bekerja.Jadi tidak mungkin bila harus kontrol ppm pagi siang sore dan terus menerus menambah air bila kurang.

Sempat pusing juga karena ini terjadi berlarut-larut sampai 2 kali panenan.

Akhirnya untung-untungan saya coba-coba racikan sendiri.Toh sama-sama rusak sekalian aja saya coba sendiri.

Saya coba pakai takaran yang ada di jarum suntik.Saya pakai 50 ml pupuk A dan 50 ml pupuk B setiap hari.

Tentu ini proses setelah coba-coba ini dan itu.Sampai menemukan bahwa 50 ml ini paling pas.

O iya … pupuknyaharus diracik dulu menjadi siap pakai ya.Jadi sudah bentuk cair siap pakai.Baru diambil 50 ml pupuk A dan 50 ml pupuk B.

Dengan cara ini saya mendapatkan pertumbuhan yang lebih lambat dari seharusnya.Mungkin karena tidak sampai 1200 ml.Tapi aman dn sayur selalu saya dapatkan dalam kondisi jihau, bagus, dan berdaun sempurna.

Tapi tidak terlalu terasa bedanya koq …. kalau normal bisa 1 bulan panen, saya paling 1 bulan lebih 1 minggu baru panen.
Seringkali juga sebelum waktu panen saya sudah petik juga.Karena setiap mau masak sayur, diambil satu demi satu.Masih kecilpun juga sering sudah dimasak.Kan bukan jualan, saya memang menanam untuk dipakai sendiri.Butuh ya dipanen, gak peduli besarnya.

Lagipula dengan cara ini saya bisa ganti-ganti terus jenis sayurnya.
Sekali waktu sawi, sekali waktu pagoda, sekali waktu kale, lalu kailan, dst.

Inilah yang bisa saya sharingkan setelah 2 tahun menanam dan mencoba ini dan itu.

Ini beberapa foto lainnya bagaimana saya menanam sayur hidroponik di lahan sempit :


Bak Air Hidroponik

Bak air hidroponik dalam penanaman sistem hidroponik menjadi hal utama yang harus tersedia.Karena di dalam bak ini, air dengan kandungan nutrisi ditampung dan siap dialirkan ke sistem.Saya menempatkan pompa kolam dengan kemampuan dorong hingga 3 meter di dalam bak ini untuk memompa menuju gully.


Air yang dipompa dibawa menuju gully.Saya kebetulan menggunakan 4 jalur gully dan saya siapkan untuk ditambah sewaktu-waktu dikemudian hari.
Ada pipa berbentuk T seperti tampak di foto itu saya buat sendiri dengan menggunakan pipa 3/4 dim yang saya beri lubang di satu deret titik yang sama sebagai tempat keluarnya air mengalir ke gully. (Lihat di Video untuk lebih jelasnya)

PIPA PENGHUBUNG GULLY DAN PIPA BULAT

Air yang selesai lewat gully dan keluar saya alirkan menuju ke sebuah pipa penghubung.Pipa penghubung yang tampak di foto inilah yang membawa aliran air dari gully menuju ke pipa putih bulat 2 dim tempat penanaman berikutnya.

pipa akhir.Kembalinya air ke bak hidroponik

Sekali lagi ini adalah sharing pengalaman pribadi saya dalam menanam hidroponik di lahan sempit.Bagaimana supaya bisa maksimal, bisa tanam sebanyak-banyaknya sekalipun lahannya ala kadarnya.

Saya menggabungkan gully dan pipa dengan sistem aliran air hidroponiknya seperti tampak di video terlampir.

Semoga Bermanfaat !!